Sebelumnya pasti sudah terbayang betapa
susahnya jadi agen asuransi karena harus menawarkan ke banyak orang
supaya mereka mau membeli asuransi dari kita. Iya, kan? Padahal tidak
sesusah itu lho!
Pada 2014 pemerintah mencanangkan bahwa
setiap warga Indonesia harus punya asuransi, minimal asuransi
perlindungan diri. Itu berarti masih banyak jutaan orang yang berpotensi
membeli asuransi, terutama asuransi jiwa.
Sekarang ini penetrasi market asuransi
jiwa di Indonesia masih sangat rendah. Total polis individu masih
sekitar tiga persen dari total penduduk yang ada. Angka tiga persen
secara presentase memang rendah meski secara absolut tiga persen dari
200 juta penduduk adalah sekitar enam juta orang namun jauh lebih
rendah dibandingkan Malaysia yang sudah di atas 10 persen. Sementara
itu Singapura lebih tinggi lagi. Jadi rakyat Indonesia kalangan menengah
keatas yang belum memiliki asuransi masih banyak jumlahnya.
Lebih dari itu, produk-produk asuransi
bukan sekedar asuransi kesehatan, pendidikan, kecelakaan atau kematian,
namun juga sekaligus investasi. Bila dibandingkan dengan menyimpan uang
di bank, menyimpan uang dalam bentuk asuransi (bisa berupa unit link)
jauh lebih menguntungkan. Misal, sebagai contoh, kita menyetor uang Rp
15 juta pertahun di bank, selama 5 tahun berturut-turut. Sepuluh tahun
kemudian uang kita menjadi Rp 100 juta.
Tapi di asuransi dengan nilai
dan tahun yang sama uang kita bisa menjadi Rp 150 - 200 juta.
Kaum muslim juga tidak perlu khawatir
karena sudah banyak produk asuransi berbasis syariah dengan sistem yang
Islami. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa produk asuransi syariah
banyak diminati oleh kalangan non-muslim. Agen-agen asuransi berhasil
memasarkan produk Hasanah Berkah dengan premi dasar bernilai ratusan
juta rupiah dari pembeli polis non-muslim.
Melihat pasar yang luas dan potensi
pendapatan yang besar tentu membuat profesi menjadi agen asuransi
sungguh menyenangkan. Yang pasti, semua agen asuransi, baik yang
bekerja full time maupun freelance, harus punya sertifikat. Orang yang
menjual asuransi tapi tidak punya sertifikat tidak akan dapat menjual,
memasarkan ataupun melakukan segala transaksi asuransi. Sertifikat ini
membuktikan kalau agen asuransi adalah pekerjaan profesional bukan
selingan seperti MLM.
Agen asuransi akan mendapat komisi dari
presentase premi dasar yang ia jual. Jika Anda menjadi agen asuransi
tidak ada yang memaksa Anda memenuhi target kecuali Anda sendiri yang
bertekad memenuhi target itu. Untuk membeli rumah atau mobil, misalnya.
Jadi, kalau Anda tertarik untuk menjadi agen asuransi, silahkan kirim email ke :
maw.consult@yahoo.com. Anda akan didukung penuh untuk memasarkan produk-produk asuransi dari
perusahaan asuransi terkemuka kepada calon nasabah. Bahkan bila Anda kesulitan mempresentasikan produk, leader Anda siap membantu Anda di lapangan.
Selamat menjadi agen asuransi profesional!