type='image/gif'/>

1/14/10

Jika Perusahaan Menahan Ijazah Karyawan

Tulisan ini diambil dari blog lama saya di wordpress. Karena dirasa perlu maka saya mengopy-nya di blog ini. Dalam tulisan ini disertakan pula komentar-komentar dari para sobat di blog rayakawula.

========================

Pernah bekerja di perusahaan yang mewajibkan karyawan menyimpan ijazah pada perusahaan? Syukurlah kalau akhirnya Anda keluar dari perusahaan itu dan ijazah Anda berhasil didapat kembali.Ijazah ditahan perusahaan

Bagi yang ijazahnya sedang ditahan perusahaan sementara Anda masih kerja disana, tidak apa, Anda tinggal menyelesaikan kontrak dan bekerjalah dengan hati senang, hehehe!

Pada Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan memang tidak ada aturan yang menyarankan perusahaan menahan ijazah karyawannya, yang ada hanyalah kontrak kerja boleh dibuat berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan. Tapi rasanya mana ada kesepakatan yang dibuat atas dasar win-win solution antara perusahaan dengan karyawan. Lebih banyak karyawan tak punya pilihan selain menandatangani kontrak tersebut. Cari kerja hari gini susah, begitu katanya.

Perusahaan memungkinkan menahan ijazah karyawannya untuk posisi debt collector yang memang pekerjaannya riskan karena berurusan dengan
uang tagihan. Untuk karyawan pada posisi management trainee juga biasanya diberlakukan aturan menyimpan ijazah pada perusahaan selama yang bersangkutan terikat kontrak menjadi management trainee. Hal ini dimaksudkan mencegah kerugian perusahaan yang telah keluar biaya untuk melatih karyawan. Tapi tak semua perusahaan menahan ijazah management trainee meskipun masih dalam ikatan dinas/kerja.

Saya berpendapat, pikirlah dengan cermat sebelum bergabung dengan perusahaan yang memberlakukan aturan karyawan harus menyimpan ijazahnya di perusahaan, apalagi bila itu perusahaan kecil.

Sepengetahuan saya, perusahaan yang manajemennya profesional tidak menahan ijazah karena mereka sudah punya sistem kerja yang seimbang antara perusahaan dan karyawan. Normalnya perusahaan hanya minta karyawan menunjukkan ijazah asli untuk dicocokkan dengan fotocopy yang diberikan karyawan kepada perusahaan. Kemudian ijazah itu segera dikembalikan ke karyawan. Pencocokan itu hanya butuh waktu paling lama 10 menit (bersama dokumen-dokumen lain).

Bila dilihat lebih seksama, perusahaan yang menahan ijazah hampir dapat dipastikan karena turn over mereka tinggi. Perusahaan kerap kerepotan dengan seringnya karyawan tidak betah kerja lalu keluar. Untuk merekrut karyawan baru tentu merepotkan sekali karena makan waktu, tenaga, dan biaya. Maka, untuk mencegah turn over tinggi diberlakukanlah kontrak kerja dengan penahanan ijazah agar setidaknya karyawan dapat bertahan beberapa lama.

Kalau turn over tinggi, yang bermasalah, kemungkinan besar, adalah manajemen perusahaan yang berantakan atau kurang rapi sehingga karyawan tidak  nyaman bekerja, tidak dihargai, gaji minim, dan lalu keluar mencari pekerjaan di tempat lain.

Biasanya perusahaan yang menahan ijazah juga memberlakukan aturan yang rasanya diada-adakan sekali, misal terlambat 15 menit potong gaji Rp 10.000 dan tidak masuk tanpa kabar potong gaji Rp 30.000, semua diberlakukan tanggung renteng. Kenapa menurut saya diada-adakan? Karena kalau karyawan telat atau tidak masuk pasti ia akan memberitahukan kepada manajer atau atasannya minimal melalui sms. Kalaupun tidak ada pemberitahuan selama beberapa hari, beri saja Surat Peringatan.

Dan, perusahaan yang menahan ijazah tidak akan memberlakukan status karyawan tetap. Kalaupun status itu diberikan, pasti melalui proses yang berbelit dan rumit.  Perusahaan yang enggan memberikan status karyawan tetap, dalam arti hampir semua karyawannya berstatus kontrak, itu tandanya perusahaan mau seenaknya sendiri. Lho kok?

Iya, karena hak karyawan tetap lebih besar daripada karyawan kontrak, yang bahkan bisa dibilang tidak punya hak selain gaji. Karyawan tetap dilindungi UU Tenaga Kerja dan kesejahteraan karyawan diperhatikan. Sedangkan pada karyawan kontrak (yang ijazahnya ditahan) yang melindungi mereka selain diri sendiri adalah Tuhan YME.

Lebih jauh lagi, UU Ketenagakerjaan tidak memuat aturan tentang kewajiban karyawan menyimpan ijazah pada perusahaan.  Dan, patut diperhatikan, beberapa dari perusahaan yang menahan ijazah karyawan tidak mengindahkan aturan ketenagakerjaan, itu sebabnya mereka memberlakukan kontrak kerja yang “kejam betul” bagi karyawannya.

Lagipula, Anda menghabiskan bertahun-tahun di bangku kuliah/sekolah, dengan biaya mahal, tenaga dan pikiran yang terkuras untuk kemudian ditukar dengan ilmu yang ditandai dengan ijazah, masa perusahaan dengan seenaknya menahan ijazah kita, hanya karena mereka buruk sangka pada itikad kita bekerja disitu?!

SELAMAT BEKERJA!

Posted in Aula Depan | 25 Comments
Like
Be the first to like this post.
25 Responses

   1.
      edit this on 29/07/2009 at 02:06 | Reply rembulan

      saya mau diterimah kerja di alfamart tapi ijaza saya hrs di tahan.klw ada info tentang managemant alfa mart tlg kasih tau dong….!

   2.
      edit this on 29/07/2009 at 10:21 | Reply Yana

      Dear Rembulan,

      Ada 2 yg mesti dipikirkan. Pertama, kl pertimbangannya cari kerja susah & Rembulan tak pny pilihan mesti kerja di perusahaan yg menahan ijazah, masukan dari saya adalah, tak perlu kerja dengan sungguh hati, yg penting kerjaan beres, hehehe! Karena perusahaan yg menahan ijazah karyawan biasanya minim reward/penghargaan. Karyawan yg malas dan rajin tak ada bedanya. Setiap hari kerja dng tegangan tinggi, jg gaji tak seberapa. Lain halnya kl penahanan ijazah itu utk posisi MANAGEMENT TRAINEE utk posisi karyawan tetap atau ikatan dinas, bekerjalah dengan sungguh2.

      Tapi kl tak mau diambil krn keberatan ijazah Anda ditahan, ya sebaiknya mengundurkan diri sebelum menandatangani kontrak. Percayalah, JARANG SEKALI karyawan yg betah bekerja di tempat yg menahan ijazahnya.

      Salam!

   3.
      edit this on 17/08/2009 at 17:22 | Reply sandrayudha

      tidak selamanya kalau ijasah diminta terus perusahaan tsb semena-mena. sebenarnya perusahaan tersebut memang takut seandainya karyawan yang tidak menitipkan ijasahnya lari membawa uang, kalau sudah seperti ini pastilah pihak perusahaan akan kesulitan untuk mencari karyawan tersebut. seharusnya kita nggak perlu bingung dengan persyaratan ini karena kalo kita kerja dengan benar tentunya tidak akan ada masalah.
      tapi seandainya perusahaan tersebut memang ingin mempersulit kita maka mau tidak mau ya diajak berantem tuh managernya.
      hari gini cari kerja mah sulit nggak usah pilih-pilih kerjaan.

   4.
      edit this on 24/11/2009 at 01:26 | Reply Dee

      mo tanya…
      saya mo ngelamar sebagai management trainee di J.CO,
      kemungkinan besar ijazah ditahan…
      kira2 dilanjutkan ato ngga yah?

      untuk nego supaya ijazah gak ditahan bisa gak?
      gmn caranya?

      trima kasiihh…

   5.
      edit this on 24/11/2009 at 07:27 | Reply Yana

      Dee,
      Saya bkn praktisi HRD, cm berdasar pengalaman dan observasi aja :)
      Penahanan ijazah utk posisi Management Trainee di perusahaan food and beverage mgkn diperlukan utk mencegah calon karyawan keluar selama masa training. Biasanya perusahaan akan menyebar karyawan ke banyak cabang jd sebelumnya perlu ada training dulu.

      Kl mau dilanjutkan terserah Dee, sreg atau tidak di perusahaan itu. Biasanya kl hati kurang mantap dipaksa kerja jg ga nyaman.

      Nego supaya ijazah tidak ditahan?
      Kemungkinan besar ga bisa, soalnya itu bagian dari peraturan perusahaan & calon karyawan disuruh tanda tangan soal aturan itu.

   6.
      edit this on 07/12/2009 at 16:32 | Reply agus

      klo sebagai store head di yomart ijasah dtahan dan kontrak juga 1 tahun gmn yah, ktany ijasahny dtahan dbank, saya lulusan S1?? tolong pencerahannya…sebelum tanggal 11 des coz mau teken kontrak dg yomart.
      sy lulus bulan maret 2008 dan belum dapet kerja sampe desember2009, cm ada usaha org tua drumah bantu2 dikit. gmna ya baiknya sy udah nganggur 1 thun lebih dan baru dapet kerja diyomart , tolong minta solusinya

          *
            edit this on 07/12/2009 at 18:57 | Reply Yana

            Kelamaan nganggur pasti ga enak ya. Gini aja, kalau dirasa sanggup menjalani kerja sesuai kontrak ya terima aja. Ijazah bukan ditahan bank tapi disimpan di safe deposit bank supaya aman. Siapa tau nanti setelah kontrak 1 tahunnya selesai malah betah disana kan bisa terusin lg kerjanya. Atau melamar kerja lg ditempat lain.

            Salam dan semoga sukses!

   7.
      edit this on 08/02/2010 at 23:16 | Reply tigor gultom

      pekerjaan sya konsultan hukum, banyak yg mengadu ke sya dg permaslahan ijazah yg ditahan (lbh dri 1 thn) dan diharuskan membyar uang pendidikan jka keluar dri perusahaan, bhkan smpe diteror2 oleh tukang tagih dri pihak perusahaan. Pikirkan dg mtang sblm anda menandatangani kontrak kerja, dan komitmenlah jika anda tlh menandatanganinya..

          *
            edit this on 11/02/2010 at 16:59 | Reply Yana

            Betul, Pak. Kalau dari awal tak setuju dng sistem itu lbh baik tak usah bekerja di tempat itu. Tapi kalau setuju ya patuhi aturan di tempat kerja itu. Semua demi menghindarkan masalah di kemudian hari. Makasih :)

   8.
      edit this on 21/02/2010 at 21:16 | Reply Yanto

      Mohon bantuannya,

      Saya bekerja di salah satu dealer di Jombang, mulai bulan Juni s.d Desember 2009. Perusahaan mengajukan syarat waktu saya diterima bekerja, yaitu dengan adanya jaminan berupa ijasah asli atau uang sebesar Rp. 500.000,-. Dan yang saya jaminkan waktu itu adalah ijasah asli saya. Pada bulan Okt 2009 dealer terkena denda karena ada undangan dari Honda untuk training Salesman sebesar Rp 4,5 juta. Denda tsb dibebankan kpd saya, saya memang khilaf krn tdk menyampaikan undangan tsb krn terlalu banyak pekerjaan yg dibebankan kpd saya. Posisi saya waktu itu adalah sebagai admin HDSTNK yg merangkap sebagai admin KLAIM. Sedangkan undangan tersebut dikirim melalui email yg seharusnya email tersebut bukan saya yg pegang, melainkan Pimpinan. Sebelum kejadian yg menimpa saya sebetulnya sudah ada kejadian serupa dgn saya yg menimpa Pimpinan Cabang, sehingga dia di keluarkan. Waktu bulan Okt saya memang terkena teguran berupa di marahi oleh pemilik dealer, tp dtk menyuruh saya mengganti rugi denda tsb. Yang menjadi pertanyaan saya, knp wkt saya mau ambil ijasah asli denda tersebut ternyata diungkit dan dibebankan kpd saya. Padahal gaji saya sudah dipotong sebesar Rp 500.000,- sesuai perjanjian. Jika uang jaminan dikasihkan maka Ijasah maka akan diberikan. Ternyata jaminan saya berupa ijasah asli dan uang jaminan saya sebesar Rp. 500.000,- tidak dikembalikan dua-duanya. Padahal sesuai perjanjian kan harus dipilih salah satu.
      Saya mengajukan resing/undur diri dari pekerjaan adalah awal bulan Desember agar bisa keluar dari pekerjaan akhir bulan Desember. Meskipun ijasah saya cuman lulusan SMK tapi sangat berarti sekali buat saya.

      Mohon bantuannya untuk pemecahan masalah saya ini, jika saya harus membayar denda sebesar Rp 4,5 jt saya tdk sanggup. Krn saya sampai skrg masih belum dpt pekerjaan. Sedangkan saya skrg cuman tinggal berdua dgn Ibu saya yg sdh tua. Saya mengandalkan biaya hidup sehari-hari dari bantuan saudara-saudara saya sampai saya menemukan pekerjaan baru.

      Tolong dibantu :
      1. Bagaimana saya dpt mengambil ijasah asli saya tanpa membayar denda yg dibebankan kpd saya?
      2. Apakah ada undang-undang yg mengatur perusahaan boleh menahan ijasah asli karyawan? Saya takut jika masalah ini diperkarakan dipengadilan saya yg kalah
      3. Mohon bantuan hukum jika ada..

      Besar harapan saya agar dpt dibantu dalam pemecahan masalah saya ini, karena saya akan menerima dengan baik semua solusi yg masuk

      Terima kasih sebelumnya.

      Jombang, 21 Februari 2010

      Yanto
      amp_yanto@yahoo.com

          *
            edit this on 22/02/2010 at 22:39 | Reply Yana

            Mas Yanto, coba menghadap lagi dan bicarakan baik2 dng manajer HRD atau pemilik dealer. Minta kebijaksanaan mereka utk mengembalikan ijazah krn Mas Yanto sudah membayar uang jaminan sesuai perjanjian kerja. Yang saya tangkap dari cerita Mas Yanto (mohon maaf kalau keliru), undangan itu dikirim ke email pimpinan, bukan ke email Mas Yanto, sehingga Mas Yanto bukan pemikul tanggung jawab langsung. Krn itu mestinya denda Rp 4,5 juta tidak dibebankan pd Mas Yanto.

            Pada Undang-undang tenaga kerja (No.13 tahun 2003) memang tidak ada aturan perusahaan dpt menahan ijazah karyawan, yg ada hanya “perusahaan berhak membuat aturan/kontrak sendiri dan karyawan wajib tunduk pd aturan itu.” Untuk selanjutnya, mohon maaf, krn saya bukan konsultan HRD, juga bukan pengacara jd saya tak bs bantu lbh banyak. Kalau Mas Yanto mau repot sedikit, silahkan hubungi alamat dibawah ini, semoga mereka bisa bantu.

            Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)
            Jl. Cipinang Muara Raya No. 33
            Jatinegara – Jakarta Timur
            Indonesia 13420
            Phone: (021) 709 84671
            Contact Person : Rekson Silaban (Presiden KSBSI)
            Phone: +628129114686
            Email: reksonsilaban@hotmail.com

            Untuk masalah seperti ini , insya Allah, tdk akan ke pengadilan krn Mas Yanto kan tdk mencuri, korupsi, atau menipu. Pemilik dealer jg rugi kalau ke pengadilan krn butuh waktu, tenaga dan biaya yg banyak. Semoga masalah Mas Yanto cepat selesai ya :)

            Salam.

   9.
      edit this on 09/03/2010 at 23:07 | Reply Perusahaan baru ? kenapa tidak !!! « reko yunasril

      [...] Refrensi bacaan [...]

  10.
      edit this on 12/03/2010 at 12:17 | Reply Lian

      saya mau tanya berhubungan dengan penahanan ijazah,

      saya melamar sebagai staff accounting di perusahaan yang tergolong kecil dengan 100karyawan.. tetapi saya diberikan gaji yang cukup besar untuk fresh graduate, namun ijazah saya harus ditahan, itu sangat mencuringakan, tapi saya tidak tahu kenapa…lebih baik saya harus menerimanya atau tidak ya??

      menurut satpam di tempat kerja tersebut di perusahaan itu memang banyak yang keluar masuk.. namun mereka kurang mengetahui penyebab karyawan yang keluar masuk..

      Apakah ada hubunganya dengan masalah internal perusahaan atau pekerjaan yang tidak terorganisir dengan baik??

      apakah saya harus menerimanya??

          *
            edit this on 12/03/2010 at 13:18 | Reply Yana

            Dear Lian,
            Kalau pekerjaan itu dirasa cocok dan Lian memang butuh pekerjaan, silahkan terima, tp taati aturan dan perjanjian yg sudah disepakati dng perusahaan, termasuk bersedia ditahan ijazahnya utk sementara waktu. Gaji seorang akunting biasanya memang lbh besar dibanding staf lain krn butuh kemampuan khusus. Biasanya para fresh grade tidak keberatan dng penahanan ijazah krn umumnya mereka mencari pengalaman, bukan gaji tinggi. Kalau Lian sedari awal kurang sreg dan tidak cocok dng sistem penahanan ijazah spt itu,silahkan cari pekerjaan diperusahaan lain. Karena kalau dipaksakan bekerja juga tidak tenang.

            Saya sering menemukan perusahaan media cuma pny karyawan tak sampai 50 orang. Mungkin karyawan keluar-masuk di perusahaan itu krn tidak sreg dng manajemen yg berantakan, kesejahteraan karyawan minim, masalah dng atasan, atau bisa jadi krn dpt pekerjaan baru. Perusahaan besar yg manajemennya sudah baik memang tidak pernah menahan ijazah karyawan. Mereka hanya mencocokkan fotokopi ijazah dng aslinya lalu langsung dikembalikan lg ke karyawan.

            Salam!

  11.
      edit this on 05/04/2010 at 17:39 | Reply zies

      mohon bantuannya
      saya dulu bekerja pada perusahaan yg menahan ijaza dan BPKB sepeda motor, posisi saya sebagai surveiyor. tpi setelah saya keluar pihak perusahaan tidak mau mengeluarkan ijaza dan bpkb saya. perusahaan bilang karena salah satu nasabah saya macet jadi tidak bisa keluar ijaza dan bpkb. punten gmn? trim’s

          *
            edit this on 05/04/2010 at 18:17 | Reply Yana

            Mungkin ada kewajiban Mas Zies yg menurut perusahaan blm selesai. Coba bicarakan dng HRD atau org yg berwenang di kantor Anda :)

  12.
      edit this on 22/04/2010 at 20:35 | Reply widya

      aku mau tanya…
      waktu itu aku sempat kerja menjadi store supervisor di salah satu apotik di jakarta.dimana apotik tersebut mengharuskan penahanan ijasah. selama 1 minggu bekerja keluargaku komplain dengan jam kerjanya yg shift-shiftan.lalu aku berhenti bekerja.dan sampai sekarang(sudah 4 bulan) ijasah ku belum bisa keluar. katanya harus menunggu sampai stock tag selesai.tapi setelah di telepon lagi disuruh nunggu sampai bulan depan.padahal waktu interview mereka bilang kalau sebelum hitungan masa kontrak aku ga bakal kena pinalty dan ijasah bisa langsung di ambil.tapi nyatanya seperti ini saya sangat di persulit.
      sebaiknya saya bagaimana ya???
      orang tua saya sudah emosi ingin melaporkan kepada pihak yang berwajib.
      apakah harus mengambil langkah seperti itu?baru ijasah saya bisa keluar?

          *
            edit this on 23/04/2010 at 11:26 | Reply Yana

            Widya,

            Ga wajar ijazah ditahan sampai 4 bulan, apalagi Widya ga ada kewajiban apa2 sama perusahaan.
            Anyway, apa ada kontrak kerja? Kl di kontrak kerja tidak ada aturan bahwa ijazah harus ditahan setelah karyawan resign, silahkan Widya (bisa bersama orangtua) datang langsung ke kantor untuk meminta ijazah Widya. Jgn ditelpon lg, datang saja langsung, tunggu sampai mereka mengembalikan ijazah. Apotek tidak berhak menahan ijazah Widya sepanjang Widya tidak melanggar kontrak kerja, tidak punya kewajiban terhadap apotek, dan atau tidak dalam kasus melanggar hukum.

  13.
      edit this on 17/06/2010 at 09:08 | Reply ayu

      saya divisi hrd dr rs swasta. rs kmi akan menahan ijasah karyawan ttp kmi tdak mnympanya sendiri melainkan akan kmi simpan d pengadilan/notaris. prosedurnya sperti apa? mhon bantuanya

          *
            edit this on 17/06/2010 at 13:15 | Reply Yana

            Saya kurang tahu soal prosedurnya, tp rasanya jarang perusahaan menyimpan ijazah karyawan di pengadilan/notaris. Kebanyakan menyimpannya di safe deposit box (safety box) bank. Prosedurnya spt halnya menyewa safe deposit dng membayar biaya tahunan di bank.

  14.
      edit this on 17/06/2010 at 16:32 | Reply joe

      Mas, saya mau tanya! Sy melamar kerja di perusahaan leasing mobil sbg staff trainee, klo saya lulus tesnya saya diwajibkan menahan bpkb motor saya dgn alasan sy dipekerjakan sbg staff trainee untuk collection officer dan credit marketing officerm… Bpkb tersebut jg akan di asuransikan katanya! Nah menerut mas, perusahaan menahan bpkb tsb ada benarnya ap ga(karna sy baru tahu ada perusahaan spt ini)? Dan sy takut klo sy resign sy ga bisa ambil bpkb motor sy! Apakah di perusahaan leasing lain berlaku jg penahanan bpkb motor karyawanya?thx

          *
            edit this on 18/06/2010 at 14:04 | Reply Yana

            Hello Mas Joe,

            Ditahannya BKPB motor krn Anda akan bekerja sbg kolektor dan perusahaan menerapkan aturan itu utk mencegah karyawan membawa kabur uang atau memanipulasi kredit. Di perusahaan lain biasanya yg ditahan adl ijazah karyawan, kalau BPKB mungkin sebagai jaminan kalau Anda, misal, berbuat curang, BPKBlah yg jd jaminan utk mengganti kerugian perusahaan. Kalau Anda tidak tenang bekerja krn BPKB ditahan perusahaan lebih baik tidak kerja di tempat itu. Tapi kalau Anda percaya bhw BPKB aman disimpan perusahaan, silahkan kerja dng tenang sampai kontrak selesai.

            Salam! btw, saya perempuan lho, hehee!

  15.
      edit this on 06/07/2010 at 20:03 | Reply yatna

      Saya pernah kerja di alfamart sebagai pramuniaga tetapi sampai saat ini sudah 2 tahun lebih ijazah saya belum saya ambil,kira2 apa perusahaan tersebut masih menyimpan ijazah saya…?karena posisi saya saat ini tinggal di luar kota (Bandung).ada yang punya informasi tentang masalah itu nggak…?? mohon bantuan dan pencerahannya.Terima kasih

  16.
      edit this on 24/08/2010 at 20:49 | Reply Nugraha

      Dear Bu Yana,
      Saya merupakan M.T di salah satu perusahaan leasing yg merupakan perusahaan kredit resmi produk sepeda motor. Ketika penandatanganan kontrak tercantum bahwa ketika saya mengundurkan diri maka diwajibkan membyr penalti 50 jt, Tp tidak dijelaskan secara spesifik dari mana muncul angka 50 jt. Syarat u/ masuk program MT ini yaitu ijazah ditahan dan wajib untuk ikt ikatan dinas selama dua tahun, Sementara besarnya penalti setelah selesai training tidak dijelaskan. Saya tdk kerasan bkrja di perusahaan ini krna, 1. tidak sesuai dgn background pendidikan, 2. tidak nyaman dgn lingkungan kerja, 3. remunerasi yg tdk sesuai dgn beban kerja, 4. tingginya tingkat turnover bahkan ditingkat manager (1 GM HRD, 1 deputy manager compensation benefit, 1 deputy manager hubungan konsumen telah resign semenjak saya bekerja selama 3 bulan ini, 5. tidak siap untuk ditempatkan di luar jakarta (kantor pusat di jakarta), 6. ingin melanjutkan studi. Jujur saja saya tergesa-gesa ketika penandatanganan kontrak karena lama menganggur setelah lulus (10 bulan). Apakah ada solusi u/ saya agar dpt resign tetapi ijazah dikembalikan dan tanpa membayar penalti. Apakah cukup dgn menjelaskan ke HRD jika saya resign saya tdk akan mencari kerja di bidang leasing lg? terimakasih.

          *
            edit this on 01/09/2010 at 13:48 | Reply Yana

            Mas Nugraha,
            Biasanya kalau kontrak sudah menyebutkan demikian kita sudah mengelak. Mungkin Mas Nugraha bertahan dulu sampai 6 bulan sambil mencari pekerjaan lain. Setelah 6 bulan atau ketika Anda sudah dapat pekerjaan lain (Anda masih bisa mencari pekerjaan lain dengan fotokopi ijazah), bicarakan dengan HRD bahwa Anda ingin resign karena ingin bekerja di tempat lain yang sesuai dengan latar pendidikan dan mohon dibebaskan dari pinalti. Kalau tidak mungkin pinalti dibebaskan minta keringanan agar besarnya tidak sampai 50 juta dan minta supaya boleh dicicil. Yang penting tunjukkan itikad baik bahwa Anda tidak menentang kontrak dan benar-benar ingin bekerja di tempat yang sesuai dengan latar pendidikan.

            Andai HRD tidak memberi keringanan soal pinalti, Anda terpaksa memenuhi ikatan dinas selama dua tahun sambil mencari pekerjaan lain. Memang tidak gampang tapi Anda pasti bisa melaluinya :)

            Salam!



5 comments:

  1. Sekedar share pengalaman mengenai penahanan ijazah>

    Saya bekerja di salah satu perusahaan pelayaran di Pluit Jakarta Utara (yang memiliki tower sendiri). Perusahaan saya persis seperti yang ditulis pada artikel diatas.
    1. Menahan ijasah selama karyawan bekerja
    2. Ada potongan 10rb jika telat lebih dari 6 menit, potong gaji 80rb jika tidak masuk (namun aturan nomor 2 ini tidak ketat).

    Yang ketat adalah yang menahan ijasah. Saya telah berikan ijasah saya, karena pada awalnya dijelaskan bahwa ketentuan itu hanya untuk menjaga2 agar karyawan tidak sembarangan kabur. Karena perusahaan terlihat reliable, maka saya pun berikan. Ternyata, saya salah besar. Banyak sekali karyawan yang ijasahnya tidak dikembalikan.
    Management yang kacau balau membuat turn over sangat tinggi dan karyawan tidak betah. Atasan pun suka memaki karyawan dengan teriak, kata2 kasar, banting barang.

    Banyak karyawan yang mengajukan 1 month notice, dengan harapan setelah 1 bulan ijasah dapat dikembalikan dan sbg tanda etika bekerja yang baik. Namun, setelah 1 month notice dan hand over, bukan hanya ijasah yang tidak dikembalikan, namun gaji bulan terakhir pun tidak terbayar.

    Ada ex karyawan yang mencoba menuntut namun kalah karena uangnya kalah kuat.
    Beberapa ex karyawan berusaha menyelesaikan baik2 namun HRD bahkan tidak mau menemui ex karyawan yang ijasahnya ditahan. Ex karyawan pun tidak diperbolehkan lagi masuk pintu kantor.

    harusnya saya dulu tidak menyerahkan ijasah saya. Namun, mencari pekerjaan bukanlah hal mudah dan ketika kita membutuhkan kerja untuk menghidupi diri dan keluarga, terkadang kita tidak bisa berpikir terlalu logis lagi.

    Just sharing. Berhati2 lah jika ada perusahaan yang meminta ijasah. Lebih baik mengganggur beberapa bulan lagi sambil mencari daripada terjebak seumur hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Cari kerja, meski susah, tetap harus dengan kepala dingin & pertimbangan ya. Jgn sampai pekerjaan itu malah bkin kita sengsara.

      Delete
  2. share juga karena saya baru saja mengundurkan diri dari perusahaan yg menahan ijazah saya...

    saya bekerja diperusahaan tekstil, dimana perusahaan ini masih baru berdiri.saya dikontrak selama 3bulan. pd waktu perjanjian kerja awal, tertulis bahwa waktu pengunduran diri sekurang2nya 3 bulan sebelumnya harus mengajukan. dan ijazah asli jg hrs ditahan perusahaan. pada waktu itu dikarenakan gaji yg saya terima jg besar dan saya merasa tdk bakalan pindah2 kerja lagi akhirnya saya menandatangani perjanjian kerja tsb.

    dikarenakan suatu hal, tepatnya 2bulan 2minggu, saya mengajukan surat yg isinya bahwa saya tdk bersedia utk memperpanjang kontrak dan otomatis mengundurkan diri dari perusahaan. dengan niat baik, saya menunggu pengganti saya dan serah terima dengan pengganti saya(yg membuat saya harus menunggu selama 1bulan lamanya)

    setelah 1 bulan sejak saya mengajukan surat resign, akhirnya saya keluar. setelah 1 bulan sejak dari perusahaan tsb, tdk ada niat baik pun dari perusahaan utk menghubungi saya terkait penyerahan kembali ijazah saya. budaya diperusahaan tsb adalah tidak bisa menyerahkan ijazah di hari terakhir karyawan tsb resign, jd menunggu tlp/kabar dr kantor.

    alasan dr perusahaanpun adalah dikarenakan serah terima saya tdk lengkap sehingga ijazah asli dan gaji saya terakhir tidak diberikan.
    saya sangat kecewa sekali. kalo saya tau mungkin saya tdk pernah mau kerja diperusahaan seperti ini.

    saat ini saya masih berusaha utk mengambil ijazah saya. bila memungkinkan mungkin saya akan melaporkan hal tsb ke Disnaker setempat agar bisa membantu saya.

    buat teman2 doain saya semoga saya berhasil mengambilnya. saya g peduli dengan gaji yg tdk diserahkan kesaya, saya hanya butuh ijazah asli saja.
    semoga teman2 semua yg belum bekerja jangan sampe salah memilih perusahaan, dan jgn sekali2 mau menerima perusahaan yg menahan ijazah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mgkn Anda bisa mengadukan masalah ini ke serikat pekerja di tempat kerja itu. Kalau tidak ada baru bs lapor ke Disnaker. Tapi ke Disnaker jg tdk ada jaminan mereka akan memfasilitasi spy ijazah bs diambil. Jgn capek ya, terus hubungi saja perusahaan itu sampai mrk mau mengembalikan ijazah Anda. Smg berhasil :)

      Delete