type='image/gif'/>

12/1/16

Kok Mau Dibodohi PAKAI Aksi Bela Islam?!

Aksi Bela Islam sudah tahu semua kan yes. Kemarin tuntutannya supaya Basuki di proses hukum karena menista Surat Al Kaidah ayat 51 tentang pemimpin non muslim. Padahal sebelum Aksi Bela Islam dilakukan proses hukum terhadap Basuki sudah berjalan. Beberapa saksi sudah diperiksa Bareskrim Polri. Basukipun sudah datang kesana untuk memberikan keterangan.

Setelah aksi 4 November 2016 Basukipun ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama Islam. Lalu ada rencana aksi 25 November menuntut Basuki dipenjara. Tapi banyak kecaman karena aksi dianggap tidak relevan lagi, maka diubah jadi doa bersama dan aksi super damai pada 2 Desember 2016 di Monas.

Kenapa ngotot sekali menginginkan Basuki dijebloskan ke penjara, bahkan kalau perlu mati sekalian? Memangnya Basuki menindas umat Islam? Seberapa parah Basuki menghina Al Quran? Padahal kalau kita lihat video asli Basuki yang berpidato di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, tidak ada konteks Basuki melecehkan Al Maidah 51. Beliau dalam konteks menyindir politikus yang suka membodohi rakyat yang menggunakan Al Maidah untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Video itu kemudian dipotong dan diberi caption provokatif oleh Buni Yani sehingga konteks yang asli jadi berubah menjadi pelecehan Al Maidah 51.

Kenapa Basuki harus dipenjara? Supaya Basuki gagal jadi gubernur dan APBD DKI bisa jadi tambang emas bagi para maling berdasi. PNS korup juga aman bekerja asal-asalan yang penting pendapatan maksimal. Pengusaha-pengusaha hitam juga senang kalau gubernurnya bukan Basuki karena segala perda bisa diterabas dengan asik.

Dan supaya Basuki tidak jadi gubernur, duit 100 milyar (yang katanya sumbangan dari rakyat Indonesia) pun rela dirogoh. Umat Islam diprovokasi bahwa Jokowi memihak Basuki supaya berhasil jadi gubernur DKI yang kafir. Potongan video dan caption karya Buni Yani disebar kemana-mana supaya rakyat percaya Basuki menista Islam.

Presiden Jokowi sendiri sudah mengisyaratkan bahwa ada aktor politik dibalik Aksi Bela Islam yang berkaitan dengan Pilkada DKI.

Coba pakai logika. Tidak mungkin orang dari daerah mau ke Jakarta kalau tidak dikasih duit atau diprovokasi. Apalagi orang daerah itu tidak melek YouTube sehingga hanya dengan disodorkan screenshot Facebook Buni Yani ditambah ancaman, "nanti kualat 7 turunan kalau melawan habib", maka terbakarnya iman Islam mereka melawan Basuki calon gubernur kafir penista Islam.

Maka berbondong-bondonglah mereka ke Jakarta. Sebagian datang dengan pikiran kosong dan setengah bingung, sebagian datang karena senang bisa tamasya gratis ke ibukota, makan dijamin, transportasi dikasih, diberi uang saku lagi.

Apapun dalih FPI, kami tahu bahwa Aksi Bela Islam bukanlah benar-benar membela Islam, tapi menggulingkan Basuki supaya gagal jadi gubernur DKI. Selain itu untuk menggoyang pemerintahan Jokowi supaya situasi politik memanas. Politik yang panas menghambat pembangunan ekonomi sehingga kesejahteraan rakyat mandek. Kalau pemerintahan Jokowi mandek maka pemerintahan presiden sebelumnya akan terlihat kinclong menakjubkan.

Benar yes, buat apa ngotot unjuk rasa besar-besaran kalau tidak ada udang dibalik batu.

Aksi damai yang sesungguhnya adalah tidak adanya aksi intimidasi yang dibalut dengan aksi super damai.

11/30/16

Rumah Rapi Bersih Praktis Tanpa PRT

Tidak semua orang bisa punya pembantu rumah tangga. Stok PRT berkurang sementara permintaan bertambah jadi susah untuk dapat PRT. Ada juga yang rumahnya mungil tidak bisa disesaki lagi oleh keberadaan PRT. Ada juga yang keuangannya tidak memadai untuk menggaji PRT. Juga ada yang baru ditinggal PRTnya pulang kampung tapi tidak kembali lagi. Lalu karena suatu hal Andapun tidak punya pembantu, seperti saya 😂

Tapi tidak punya PRT Anda juga bisa kok mengurus rumah sendiri. Yang penting ajak suami untuk mau terlibat dalam tetek bengek rumah tangga. Kalau suami Anda tidak mau karena ia memang menganggap itu urusan perempuan maka mungkin lebih baik Anda berhenti membaca tulisan ini karena dibutuhkan kerjasama dari suami supaya Anda tidak depresi sendirian mengurus rumah.

Ajak suami bangun subuh. Kalau Anda beragama Islam ya shalat Subuh dulu, lalu minta bantuan suami untuk masak air guna mengisi termos dan menyeduh teh atau kopi. Selagi menunggu air dididihkan, suami bisa mandi. Setelah itu ia juga bisa berpartisipasi membuka jendela-jendela rumah. Lalu sebelum ia berangkat mencari nafkah, mintalah keikhlasannya untuk membuat sarapannya sendiri 😂

Oya, karena tidak punya PRT maka turunkan standar Anda tentang rumah yang kinclong, terawat, teratur, dan bebas dari debu. Kalau Anda punya anak kecil turunkan lagi standar Anda karena rumah dengan anak kecil sudah pasti lebih berantakan dan kotor dibanding rumah yang punya anak remaja.

Sapu rumah tiap hari. Lantai keramik, kalau Anda lelah mengurus balita, tak apa tak dipel tiap hari, tapi harus disapu. Segera sapu lantai yang kotor penuh remah atau ceceran makanan dan kertas supaya tidak terinjak-injak dan terbawa ke seluruh rumah.

Tak perlu memaksakan diri memasak menu komplet tiap hari. Yang penting selalu sedia stok telur, kentang, atau nugget, bakso, dan sosis. Bisa juga masak ungkep sekilo ayam atau tempe lalu masukkan kedalam kulkas. Kalau mau makan tinggal goreng.

Anak-anak Anda sepertinya tak apa-apa dalam seminggu ada 2 - 3 hari menu makan tiga kalinya itu-itu saja. Misalnya hari ini makannya dari pagi sampai malam nasi dan sop saja, asalkan cemilan selingannya bervariasi, misal pagi buah, siang puding, sore biskuit atau apapun snack kesukaan anak.

Cuci perabot masak dan rapikan dapur segera setelah selesai memasak. Jangan menunda mencuci peralatan tiap selesai memasak. Tidak penting apakah Anda masak rendang atau telur ceplok atau mengulek sambal, segera cuci peralatan yang Anda pakai. Makin menumpuk bak cuci Anda makin terasa malas Anda mencucinya. Segera bersihkan cipratan bekas masak atau tumpahan bumbu dengan lap dan cairan pembersih, contohnya Cling, Mr Muscle, Bayclin Pembersih Dapur, dan sejenisnya. Cairan itu memudahkan dan mempercepat pembersihan, juga mencegah semut atau lalat menghinggapi dapur. Kalau dapur bersih serangga tak akan betah bersarang di dapur Anda. Kalau Anda punya balita, pastikan si kecil berada dalam jarak pandang Anda saat membersihkan dapur.

Kalau tidak risih masakan Anda tidak higienis mungkin Anda bisa memakai wajan, panci atau mangkuk berulang kali tanpa dicuci dulu. Taruh jadi satu disalah satu meja dapur untuk digunakan kembali. Tapi jadi jorok yah.

Langsung lipat pakaian kering yang sudah diangkat dari jemuran.  Jangan biarkan pakaian menumpuk terlalu lama di keranjang setrikaan. Langsung lipat dan taruh pakaian di lemari. Dengan begitu pakaian tidak akan terlalu kusut sehingga tidak perlu menyetrika semua baju. Setrikalah hanya pakaian yang benar-benar harus disetrika. Daster, baju tidur anak, kaos oblong suami, yaaa, lipat langsung ajalah gak usah pake setrika-setrika 😛

Buang barang-barang yang sudah bertahun-tahun tidak dipakai. Masih menyimpan undangan pernikahan kerabat atau kenalan dengan alasan desainnya bagus atau untuk kenang-kenangan? Well, kalau Anda tidak ingin rumah jadi sarang kecoa, baiknya didaur ulang, dibuang ke tempat sampah atau gunakan untuk alas kompor.

Souvenir pernikahan yang menumpuk tidak digunakan sebaiknya juga jangan disimpan. Botol parfum, kaleng bekas cat, arloji rusak, mainan rusak, kardus bekas, koran dan majalah bekas, ponsel yang mati total, juga elektronik yang sudah tak bisa dipakai baiknya dikumpulkan lalu berikan kepada tukang loak. Si tukang loak akan senang hati menerimanya. Atau kalau malas harus menunggu tukang loak, pisahkan barang-barang bekas itu dari sampah biasa sebelum dibuang ketempat sampah didepan rumah. Sampah non organik itu bisa dimanfaatkan oleh tukang sampah di perumahan Anda atau pemulung yang lewat. Tidak ada gunanya menyimpan rongsokan dirumah. Kalau Anda menyimpannya karena yakin barang itu bisa diperbaiki, kenapa tidak diperbaiki setahun yang lalu? Kalau Anda menyimpannya karena ingin memakainya lagi, kenapa tidak dipakai lagi 3 tahun yang lalu?

Tak perlu gegayaan menanam aneka jenis tanaman. Kecuali Anda yakin bisa merawat dan tak malas membersihkan daun-daun keringnya yang rontok, sebaiknya hindari membeli aneka tanaman untuk alasan menghias rumah meski hanya dalam pot kecil.

Tahan keinginan memelihara hewan. Anda tak punya pembantu tapi punya anak yang merengek ingin punya kucing atau marmut. Bilang saja tunggu tahun depan saat dia lebih besar untuk bisa merawat sendiri hewan peliharaannya.

Tulisan diatas kalau dibaca kayaknya ribet yah. Tapi kalau dilakukan enteng kok. Nanti kalau sudah memungkinkan bisa punya PRT lagi kan. Atau akhirnya biasa dan bisa hidup tanpa PRT? Alhamdulillah kalau begitu.

11/22/16

Taman Kyai Langgeng Magelang

Salah satu tujuan wisata di Magelang selain Borobudur adalah Taman Kyai Langgeng. Tempat rekreasi ini strategis di tengah Kota Magelang. Angkot dan bus dari beberapa wilayah Magelang berhenti di depan pintu masuk tempat rekreasi ini. Harga tiket masuknya Rp25rb, anak dibawah usia 3 tahun free of charge.

Tiket seharga itu sudah termasuk 10 wahana permainan, diantaranya Bioskop 6D, Bianglala mini, Komidi Putar, Komidi Layang, Kereta Mini, Kereta Air, Sepur Mini, Becak Mini, Becak Air, dan Mobil Keliling.

Sodium ada juga roller coaster yang treknya tidak menukik-nukik, tapi tidak ada yang naik sama sekali. Mungkin dikira rusak.

Bom bom car, sepeda tandem, becak mini, dan animal rider dikenai tiket tambahan Rp10rb, dan untuk masuk kebun satwa mini sekaligus terapi ikan kita harus merogoh kocek tambahan Rp5rb.

Untuk masuk ke Anjungan Dirgantara juga harus bayar Rp5rb. Buat Anda yang sudah pernah lebih baik tidak masuk ke Anjungan Dirgantara karena isinya persis seperti di dalam pesawat, ditambah replika berbagai jenis pesawat, black box, mesin pesawat, sampai Cockpit Voice Recorder (CVR). Bagus sih untuk foto-foto, seperti berada dalam pesawat betulan, tapi alamak! Puanas buanget! No air conditioner. Kokpitnya juga sudah tidak bagus dan lebih puanas daripada kabinnya. Saya perhatikan tidak ada pengunjung yang tahan berlama-lama di dalam anjungan ini karena panasnya benar-benar seperti dalam oven.
Anjungan Dirgantara (pic from fishyblue99.wordpress.com
naik pesawat,

Kalau mau irit, hehee, tidak usah menggunakan wahana yang berbayar, naik saja wahana yang termasuk tiket terusan berulang-ulang, bebas kok, seperti di Dufan Jakarta. Mau 10 kali masuk bioskop 6D juga boleh, atau bolak-balik naik mobil keliling sampai gempor boleh juga, heuheuheu! Tidak bakal dipelototi sama stafnya kok, mungkin malah diajak ngobrol. Para stafnya tergolong friendly, meski dari mukanya tidak terlihat fresh karena sudah tua-tua.

Tua gimana maksudnya?
Ya, staf lapangan di tempat rekreasi ini sudah tua-tua. Di tempat rekreasi lain yang sejenis biasanya stafnya masih muda-muda berusia 20 tahunan. Di Taman Kyai Langgeng usianya 40 tahunan. Saya salut juga karena pengelola mau memperkerjakan mereka yang sudah tidak muda lagi.

Taman Kyai Langgeng berada di area yang berbukit-bukit. Kalau kita naik kereta wisata, kita akan melewati tebing curam yang mengarah ke Sungai Progo.

Area yang naik tanjakan, turun perbukitan, bagi yang tidak biasa berjalan kaki tenaga terasa terkuras ketika menuju dari wahana satu ke wahana lainnya. Tapi pemandangan alamnya menyegarkan mata. Banyak pohon langka juga ditanam di dalam tempat ini.

Sebagai tempat rekreasi, Taman Kyai Langgeng tergolong murah-meriah. Tapi untuk urusan perut, food court disini kurang memuaskan. Hanya berbentuk kantin kecil dengan tempat duduk seperti meja makan persegi untuk 16 orang. Menunya bakso, yang kuahnya hanya terasa vetsin, dan nasi soto serta aneka minuman. Di dekat Anjungan Dirgantara ada kedai yang menjual jus dan aneka minuman tapi terkesan ala kadar seperti jajanan anak sekolahan. Di dekat animal rider juga ada ibu yang menawarkan menu makanan untuk dimakan di meja-kursi yang tersedia, tapi tidak kelihatan dimana letak warung atau rumah makannya. Saya juga tidak tanya soal itu, sih, karena mengawasi anak-anak saya.

Kurangnya papan informasi juga membuat pengunjung harus rajin bertanya kepada staf untuk menuju suatu wahana, toilet, mushola atau tempat makan. Kecuali Anda tidak lelah berjalan dan ingin melihat-lihat pemandangan perbukitan, bolehlah Anda tidak bertanya kepada staf setempat.

Jumlah toiletnya kurang tersebar. Ada 2 spot toilet yang mudah ditemui. Di dekat Anjungan Dirgantara dan di depan kereta air. Dalam satu spot terdapat 6 toilet. If I may say, toilet perlu disebar di banyak tempat. Satu spot cukup 2 toilet asal penyebarannya merata dan mudah ditemukan di segala penjuru Taman Kyai Langgeng yang luas itu. 

Secara keseluruhan, dengan biaya relatif terjangkau, Taman Kyai Langgeng bisa jadi tempat rekreasi yang amat menyenangkan dibanding kalau kita jalan-jalan ke mall.
Silahkan klik kyailanggeng.com untuk memperdalam info tentang taman rekreasi ini.

Selamat bertamasya!

11/21/16

Media Sosial Tambah Gila

Anda pasti punya akun Facebook, bukan?! Facebook jadi salah satu media sosial paling populer di Indonesia selain Twitter. Balita sampai nenek-nenekpun punya akun Facebook. Sementara saat ini di Indonesia (only in Indonesia) BBM merajai pesan instan yang paling banyak digunakan selain Whatsapp.

Admitted or not, kita lebih banyak berinteraksi di media sosial dan instant messaging daripada di dunia nyata. Lihat saja orang-orang muda yang tiada menit tanpa memegang ponsel, sekedar chatting, menulis status, atau mengomentari postingan orang lain.

Gilanya, bukan cuma anak muda, ibu-ibu muda juga banyak yang asyik bongkar-pasang foto profil dengan fotonya yang paling cantik. Padahal alih-alih mejeng di media sosial, ia bisa memanfaatkan waktu dengan mengobrol dan bermain bersama anak-anaknya, atau mengajari si anak keterampilan lainnya.

Kita juga mudah menemui anak-anak remaja lebih senang berkeluh-kesah dengan sesama temannya daripada kepada orangtuanya. Risikonya bila si anak dapat masukan yang salah dari temannya, bisa-bisa masalah si anak tambah rumit. Gilanya, orangtuanya seperti membiarkan si anak larut dalam dunia pesan instan tanpa mau repot bersabar hati berkomunikasi dengan sang anak.

Sebagai pemilik akun media sosial, kita juga lebih percaya pada status atau video yang diunggah di Facebook dan YouTube meski tidak ada sumbernya. Lihat contoh seorang dosen bernama Buni Yani.
Buni Yani memotong video ketika Ahok berpidato di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Selain memotong video yang durasi aslinya 1 jam lebih menjadi 1 menit, dia juga menulis transkrip dan menghilangkan kata "pakai" yang diucapkan Ahok.

Pemotongan video saja sudah memelencengkan konteks pidato yang disampaikan Ahok, apalagi sampai menulis transkrip yang tidak sesuai dengan videonya.

Alhasil Jakarta geger karena video yang dipotong dan transkrip yang menghilangkan kata "pakai" itu tersebar viral (melalui internet, media sosial, dan pesan instan). Padahal, mengutip pengurus NU Jakarta, kalau kita lihat pidato Ahok asli yang utuh tidak ada konteks Ahok menghina ulama apalagi kitab suci AlQuran.

Kita lihat contoh lain ada yang menulis status "tetangga saya kehilangan anak, pas anaknya kembali ada bekas operasi di punggung dan perut, diduga ginjal si anak diambil."

Gilanya, bejibun orang percaya berita itu. Ternyata kata kapolres Depok (Jabar) berita itu bohong, hoax alias tidak benar bin mengada-ngada.
Well, sebenarnya yang gila itu bukan media sosial tapi penggunanya yang euforia. Media sosial diciptakan untuk memudahkan berbagi momen bersama keluarga dan teman yang tinggal di lain wilayah. Tapi dimanfaatkan oleh oknum pengguna untuk menipu, memeras, membuat huru-hara dan kegaduhan serta berbuat kriminal.

Media sosial memang bisa digunakan untuk bisnis dan networking tapi tak perlu memaksakan diri untuk eksis tiap hari hanya supaya Anda dikenal orang. Membangun networking dan mengembangkan bisnis tetap lebih baik dijalankan di dunia nyata kecuali Anda berbisnis full online.

So, we remind ourselves supaya media sosial jangan sampai menguasai dan membuat kita gila, yah!

Waroeng Spesial Sambal (SS) Muntilan

Sambal kalau tidak pedas namanya bukan sambal. Sambal sering jadi pelengkap kenikmatan menyantap kuliner karena rasa pedasnya bisa menambah selera makan. Bahkan tanpa laukpun makan nasi hanya dengan sambal saja sudah terasa enak. Saya termasuk penyuka sambal. Maka ketika datang ke restoran Waroeng SS cabang Muntilan, air liur saya tak sabar menikmati aneka sambal yang pedas!

Resto ini punya 27 macam sambal. Seingat saya ada sambal pete, sambal bawang lombok ijo, sambal cumi, sambal terasi, sambal bajak, dan masih banyak lagi. Pedasnya bukan pedas yang seperti kesetanan mabuk cabai. Rasa bumbu selain cabai masih bisa dirasakan dilidah. Jadi bukan cuma pedas tok.

In my sense of taste, rasa sambalnya terasa segar. However, karena ini adalah rumah makan spesial sambal, maka sesuai namanya yang enak dan jadi menu spesial ya sambalnya. Rasa lauk dan sayurannya biasa-biasa saja, seperti di warung-warung kaki lima. Semua lauk bisa dipesan untuk dibakar. Hanya saja tamu yang baru pertama kali datang tidak ngeh kalau menu lauk bisa dimasak bakar karena tidak tertulis di daftar menu dan pemberitahuannya tidak di pasang di depan pintu masuk, melainkan di tengah resto. 

Not recommended to order bebek goreng. Alot. Untuk mencuil daging dari tulangnya butuh usaha keras saking alotnya. 

Restoran ini cocok untuk anak muda karena harga makanannya murah. Kapasitas tempat duduknya banyak. Cocok juga untuk keluarga yang datang bersama anak-anak kecil. Pengunjung bisa memilih duduk lesehan atau di meja-kursi yang terbuat dari kayu.

Resto ini ada di jalur mudik arah Magelang ke Jogya. Strategis, mudah dicari dan bisa jadi tempat favorit para penggemar sambal.